Malam
Jam dua belas sekarang
Tepat di tengah
Hening hening hening
Angin mati
Bunyi tiang jauh disana
Dua belas kali hitungan
Ya, disana
Di depan mata
Sejengkal dengan ujung hidung
Arimbi menari
Berlari dengan luka
Tak sempat terobati
Arimbi ini
Bukan adik Arimba
Ataupun istri Bima
Ini Arimbi
Hanya Arimbi
Yang selalu menari
Agar luka tak terasa
Nyeri
Kakinya berlari
Tak peduli karang
Tak peduli ombak
Terjang
Dia
Arimbi
Yang hanya Arimbi
Seekor ikan
Lincah menari
Dalam air
Di darat
Ia mati
Beda dengan Arimbi
Burung bertengger
Indah berjejer
Peluru meluncur
Mati satu
Semua pergi
Beda dengan Arimbi
Dia tak terbendung
Juga membendung
Karena dia hanya Arimbi
Rabu, 26 Februari 2014
Senin, 30 Desember 2013
Mbah Raijo
Tembakau dibakar
Kakek bercerita
Tentang penjajahan
Bukan!
Kita tak dijajah
Kita berperang, melawan!
Kakek batuk, uhuk uhuk
Kemerdekaan itu bukan gula
Yang membuat semut tergila-gila
Kemerdekaan juga buka belati
Yang membuat prajurit berani mati
Kemerdekaan itu ...
Tembakau dihisap dalam dalam
Kakek meneruskan
Aku perang puluhan tahun
Tapi sakit ini baru aku rasakan
Tanam paksa pernah kucicipi
Tapi lapar ini baru ku kenali
Kakek batuk lagi, uhuk
Merdeka hari ini adalah
Celeng yang berlari zig zag
Tubruk sana dan tubruk sini
Atau petani yang menanam beton di sawah mereka
Dan dengan bangga berkata "tanah ini membawa berkah"
Ya, merdeka hari ini adalah sesuap nasi
Yang bukan berasal dari Ibu Pertiwi
Hisapan terakhir
Tembakau dimatikan
Berdiri dari kursi kayu
Berbisik kepada angin
Sekarang kita benar-benar dijajah
---
*Obrolan dipagi buta bersama Mbah Raijo, orang gila kambuhan yang hampir tiap hari melakukan upacara bendera*
Rabu, 16 Oktober 2013
Suwung
Kau lupa
Tidak
Aku ingat
Tidak
Kau lupa
Goblok!
Ya, aku lupa
Terserah
Asu!
Lantas
Apa yang kau ingat?
Tak tahu
Aku hanya ingat aku tak berjanji barang sekata pun
Padamu
Aku sakit
Jangan
Orang miskin dilarang sakit
Tidak
Ini benar-benar sakit
Makan
Lalu tidur
Uang dari mana?
Goblok!
Jatah besok
Asu!
Lantas
Besok?
Goblok!
Kau hina Tuhan
Asu!
Maaf
Dekat
Sini
Buat apa?
Aku hanya butuh aroma tubuhmu
Mungkin
Bibirmu kering
Badanmu kurus
Alismu
Tebal seakan pernah dipupuk dalam kandungan
---
Hai
Kau
Sembuh?
Hanya butuh aroma tubuh
Mau mandi?
Tidak
Sarapan
Boleh
---
Senja
---
Besok?
Renang?
Pantai?
Pantai
Semeru?
Ayo!
Tidak sekarang
Asu!
Lho?!
Apa?!
Gila!
Goblok!
Aku kan rawat jalan
Ingin tidur?
Ngantuk?
Ayo tidur
Ayo
---
Hening
Hening
Hening
===
Mereka
Mengerti
Cinta adalah kata
Kedap suara
Tidak
Aku ingat
Tidak
Kau lupa
Goblok!
Ya, aku lupa
Terserah
Asu!
Lantas
Apa yang kau ingat?
Tak tahu
Aku hanya ingat aku tak berjanji barang sekata pun
Padamu
Aku sakit
Jangan
Orang miskin dilarang sakit
Tidak
Ini benar-benar sakit
Makan
Lalu tidur
Uang dari mana?
Goblok!
Jatah besok
Asu!
Lantas
Besok?
Goblok!
Kau hina Tuhan
Asu!
Maaf
Dekat
Sini
Buat apa?
Aku hanya butuh aroma tubuhmu
Mungkin
Bibirmu kering
Badanmu kurus
Alismu
Tebal seakan pernah dipupuk dalam kandungan
---
Hai
Kau
Sembuh?
Hanya butuh aroma tubuh
Mau mandi?
Tidak
Sarapan
Boleh
---
Senja
---
Besok?
Renang?
Pantai?
Pantai
Semeru?
Ayo!
Tidak sekarang
Asu!
Lho?!
Apa?!
Gila!
Goblok!
Aku kan rawat jalan
Ingin tidur?
Ngantuk?
Ayo tidur
Ayo
---
Hening
Hening
Hening
===
Mereka
Mengerti
Cinta adalah kata
Kedap suara
Kamis, 01 Agustus 2013
Gusar
Banyak ketidak-adilan manusia sesama manusia
Daki bukit
Lihat sekeliling
Bapak memperkosa anaknya
Si ibu sibuk menanak batu
Kamu tidak tahu siapa yang bisa dipercaya
Musuhmu mungkin sahabatmu terbaik
Sahabatmu mungkin musuhmu terburuk
Hari ini semeja minum bersama
Tak pasti esok hari, menikam dan mengkhianatimu
Dia. Sahabatmu, yang tahu segalanya tentangmu
Rahasiamu
Dia pula yang mampu membongkarnya
Sedangkan ayat Tuhan selalu berkata: 'sabar'
Seperti halnya bulan dan bintang
Tubuh adalah alat Tuhan untuk berbuat
Daki bukit
Lihat sekeliling
Bapak memperkosa anaknya
Si ibu sibuk menanak batu
Kamu tidak tahu siapa yang bisa dipercaya
Musuhmu mungkin sahabatmu terbaik
Sahabatmu mungkin musuhmu terburuk
Hari ini semeja minum bersama
Tak pasti esok hari, menikam dan mengkhianatimu
Dia. Sahabatmu, yang tahu segalanya tentangmu
Rahasiamu
Dia pula yang mampu membongkarnya
Sedangkan ayat Tuhan selalu berkata: 'sabar'
Seperti halnya bulan dan bintang
Tubuh adalah alat Tuhan untuk berbuat
Kamis, 09 Mei 2013
Balada Senja
Kekasih, senja ini bercerita
Tentang kebahagiaan, tawa, dan canda
Tentang rasa yang tak terungkap kata kata
Pongah kau berkata
Akulah sang juara
Dulu
Kekasih, senja ini mengirim duka
Setiap sinarnya mengirim luka
Singgasana jiwa runtuh seketika
Itukah yang disebut kenangan?
Kekasih, cahaya ini menyakitkan
Berbisik kepada daun tentang aku
"satu orang belum menyerah"
Sedangkan kau selalu berkata
"tutuplah mata, rasakan aku disana"
Akankah goresan jiwa selalu berlabuh ditempat yang salah
Kekasih, pulanglah
Sebelum aku lupa, rindu yang kemarin
Tentang kebahagiaan, tawa, dan canda
Tentang rasa yang tak terungkap kata kata
Pongah kau berkata
Akulah sang juara
Dulu
Kekasih, senja ini mengirim duka
Setiap sinarnya mengirim luka
Singgasana jiwa runtuh seketika
Itukah yang disebut kenangan?
Kekasih, cahaya ini menyakitkan
Berbisik kepada daun tentang aku
"satu orang belum menyerah"
Sedangkan kau selalu berkata
"tutuplah mata, rasakan aku disana"
Akankah goresan jiwa selalu berlabuh ditempat yang salah
Kekasih, pulanglah
Sebelum aku lupa, rindu yang kemarin
Minggu, 14 April 2013
Aku adalah Pikiranku
Aku adalah seperti yang ada di pikiranku
Tak perlu kamu bayangkan, susah pastinya
Gambar aku seperti yang ada dipikiranmu
bagaimana? lebih mudah bukan
Lebih mudah mana dengan membayangkan surgamu?
Jangan bayangkan surga ku, lelah kamu dibikinnya
Lukis surgamu sendiri, angkat kuasmu! sudah?
Sangat dekat bukan, bahkan lebih dekat dari urat lehermu
Lalu, apa kau tidak ingin membayangkan hal yang lain?
Masih banyak kanvas terjejer bersih dan rapi
Angkat kuasmu, lukiskan hal indah lain
Yang untuk mendapatkannya kau tak perlu menciptakan neraka di dunia
Tak perlu kamu bayangkan, susah pastinya
Gambar aku seperti yang ada dipikiranmu
bagaimana? lebih mudah bukan
Lebih mudah mana dengan membayangkan surgamu?
Jangan bayangkan surga ku, lelah kamu dibikinnya
Lukis surgamu sendiri, angkat kuasmu! sudah?
Sangat dekat bukan, bahkan lebih dekat dari urat lehermu
Lalu, apa kau tidak ingin membayangkan hal yang lain?
Masih banyak kanvas terjejer bersih dan rapi
Angkat kuasmu, lukiskan hal indah lain
Yang untuk mendapatkannya kau tak perlu menciptakan neraka di dunia
Selasa, 05 Februari 2013
Kapak Kecil
"So if you are the big treeWe are the small axe
Ready to cut you down
To cut you down"
Itulah salah satu penggalan lirik dari Bob Marley dalam lagunya yang berjudul 'Small Axe', lagu yang ditunjukkan untuk kaum penindas saat itu. Tak bisa ditampik lagi bahwa sosok Bob Marley sangat karismatik tidak hanya bagi kaum Rastafari atau penikmat musik Reggae, namun juga bagi para revolusioner. Marley yang masa kecilnya sudah akrab dengan kehidupan jalan terkenal berani walau memiliki tubuh kecil jika dibanding teman temannya. Keberanian inilah yang melekat sampai Marley dewasa dan pada akhirnya menjadi musisi yang pamor kebintangannya tidak kalah dengan Eric Clapton dan semangat pembebasan menurut saya setara dengan Che Guevara ( walaupun mereka beda aksi ).
Rasa cintanya pada negara dan Afrika berbanding lurus dengan rasa "benci" pada kaum Babylon ( kaum penindas/penjajah ). Itu dapat ditemui dalam lirik lirik lagu Marley, seperti dalam lagu yang berjudul 'Crazy Bald Head'. Bald Head yang dimaksud adalah kaum Babylon. Pada lagu itu, Bob Marley bercerita tentang ketidak-adilan yang dilakukan oleh Babylon. Lagu itu menceritakan bahwa orang - orang kulit hitam yang menanam jagung namun setan "Crazy Bald Head" yang memakan habis. Mereka orang - orang kulit hitam dipaksa membangun penjara ( yang kemudian hari mereka sendiri berada di dalamnya ). Dipaksa membangun sekolah, yang anehnya sekolah adalah tempat yang juga digunakan untuk menindas mereka orang kulit hitam. Dengan cara menyebarkan doktrin dan pembenaran bahwa orang kulit hitam memang ditakdirkan untuk menjadi budak, sedangkan orang kulit putih adalah ras paling unggul di dunia. Tak salah bila Bob Marley mengatakan mereka "Crazy Bald Head" dan ingin mengusir mereka dari Jamaika atau lebih luasnya mengusir mereka dari dunia.
Tapi sayangnya, di Indonesia pesan pesan Bob Marley tidak semua bisa menangkapnya, mereka hanya tahu bahwa Reggae itu santai. Karena saya yakin, mirip seperti Iwan Fals, lagu lagu Bob Marley akan berdampingan dengan ketidak-adilan di setiap zaman.
Selamat ulang tahun Bob Marley
Teruslah bernyanyi karena masih banyak pohon pohon besar yang harus kami tumbangkan :)
Tapi sayangnya, di Indonesia pesan pesan Bob Marley tidak semua bisa menangkapnya, mereka hanya tahu bahwa Reggae itu santai. Karena saya yakin, mirip seperti Iwan Fals, lagu lagu Bob Marley akan berdampingan dengan ketidak-adilan di setiap zaman.
Selamat ulang tahun Bob Marley
Teruslah bernyanyi karena masih banyak pohon pohon besar yang harus kami tumbangkan :)
Langganan:
Postingan (Atom)